Jumat, 21 Januari 2011

Wah... Buku SBY Dibagikan ke Sekolah

Have you ever wondered what exactly is up with mobil keluarga ideal terbaik indonesia? This informative report can give you an insight into everything you've ever wanted to know about mobil keluarga ideal terbaik indonesia.
 

JAKARTA, KOMPAS.com- Kritik dan tanggapan miring soal karya tentang Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kembali terjadi. Kalau dulu judul lagunya masuk sebagai materi ujian masuk pegawai negeri sipil sebuah instansi, saat ini buku berjudul Harus Bisa! Seni Memimpin ala SBY juga membuat heboh.

Sejumlah SMP di Tegal dilaporkan menerima buku-buku pengayaan yang memperkenalkan sosok, pemikiran, dan kiprah Presiden SBY.

 

Junaedi, guru di salah satu MTs swasta di Tegal, Jawa Tengah, yang dihubungi dari Jakarta, Jumat (21/1/2011), mengatakan, sekolah tersebut menerima buku yang mengisahkan sosok SBY itu. Buku yang merupakan catatan harian Dino Patti Djalal itu didapatkan sekolah secara gratis dan kini disimpan di perpustakaan. 

 

"Sekitar akhir tahun lalu, buku SBY itu dikirim ke sekolah. Staf di sekolah kami menerima saja dan meletakkan di perpustakaan. Di dalam buku itu banyak gambar dan puji-pujian pada SBY," kata Junaedi.

Now that we've covered those aspects of mobil keluarga ideal terbaik indonesia, let's turn to some of the other factors that need to be considered.

 

Rohmani, anggota Komisi X DPR RI, mengatakan, dirinya ketika melakukan kunjungan kerja di daerah Tegal juga menemukan buku seri SBY yang disalurkan ke sekolah-sekolah di Tegal. "Dari keterangan yang saya dapat, buku itu dibeli dari dana alokasi khusus atau DAK. Buku-buku itu disalurkan ke sejumlah SMP," ujar Rohmani.

 

Di salah satu SMP, Rohmani menemukan bantuan buku pengayaan yang diberikan ke sekolah itu berjudul Lebih Dekat Dengan SBY. Buku tersebut terdiri dari beberapa buku, seperti Adil Tanpa Pandang Bulu, Peduli Kemiskinan, Diplomasi Damai, dan Indahnya Negeri Tanpa Kekerasan.

 

Menurut Rohmani, dalam rapat kerja dengan Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh, dia mempertanyakan soal buku SBY tersebut dan meminta supaya buku-buku itu ditarik dari sekolah. Kalau mau memperkenalkan sosok presiden, jangan cuma SBY.

"Memang baik untuk mengenalkan para presiden kita dan seharusnya begitu. Tetapi anehnya, kok ya cuma Presiden SBY yang diperkenalkan. Ini tidak adil dan menimbulkan tanda tanya," kata Rohmani.

 

Dedi S Gumilar, anggota Komisi X DPR, menilai, penyaluran buku-buku SBY ke sekolah-sekolah itu bermuatan politik. "Itu buku subyektif. Tidak pas untuk anak-anak dan tidak sehat dalam konteks pendidikan. Kenapa tidak kita memperkenalkan presiden-presiden yang terdahulu. Buku itu harus ditarik," ujar Dedi.

This article's coverage of the information is as complete as it can be today. But you should always leave open the possibility that future research could uncover new facts.

Tidak ada komentar: