Jumat, 24 Juni 2011

Kateter Buntu, Rochman Dibawa Lagi ke Surabaya

Jika Anda sungguh-sungguh tertarik untuk mengetahui tentang
, Anda harus berpikir melampaui dasar-dasar. Artikel informatif mengambil melihat lebih dekat hal yang perlu Anda ketahui tentang
.
SURABAYA, KOMPAS.com - Usai pulang ke kampungnya di Mojowarno Jombang, salah satu bayi kembar siam Rochman - Rochim malah mengalami penurunan kondisi. Rochman harus dibawa kembali ke RSU Dr Soetomo Surabaya dan dirawat di Irna Anak.

Salah satu tim dokter kembar siam, dr Agus Harianto SpA(K), menjelaskan bahwa bayi itu harus mendapat penanganan lebih serius menyusul buntunya selang kateter yang dipasang di perut Rochman. œKarena buntu, kita harus tangani kembali, terang Agus, Jumat (24/6/2011).

Dokter spesialis anak ini juga kaget begitu mendapat kabar pipis Rochman tak keluar melalui kateter. Selama sembilan jam Kamis (23/6/2011), Rochman tak bisa kencing. Akibatnya, selain perut membesar dan mengeras dan ia jadi rewel.

Sejujurnya, satu-satunya perbedaan antara Anda dan para ahli
adalah waktu. Jika Anda akan menginvestasikan waktu sedikit lebih dalam membaca, Anda akan yang lebih dekat ke status ahli ketika datang ke
.

Agus menjelaskan, saluran kateter buntu karena terjadi endapan pada saluran ini. Kondisi demikian terjadi karena aktivitas minum Rochman kurang.

Rochman tiba di IRD RSU Dr Soetomo Surabaya menjelang subuh tadi pagi dan langsung mendapat perawatan. Rochman dikirim kembali ke Surabaya lantaran pihak RSUD Jombang tak sanggup menangani.

Keluarga lebih dulu minta pertolongan pada bidan desa. Namun karena bidan tak sanggup menanganginya, ia dibawa ke puskesmas. Kondisi ini dialami keluarga mulai pukul 15.00 WIB. Dalam situasi panik ini, diputuskan dikirim ke RSUD Jombang.

Namun, hingga tengah malam rumah sakit milik Pemkab Jombang ini tetap tak bisa menangani. Pihak RSU Dr Soetomo langsung meminta segera dikirim kembali ke Surabaya.(Faiq Nuraini)

 

Nah, itu tidak sulit sama sekali, bukan? Dan kau telah menerima banyak pengetahuan, hanya dari mengambil beberapa waktu untuk penelitian kata seorang pakar di
.

Tidak ada komentar: