Jumat, 17 Juni 2011

Senk Lotta Malu-malu Akui Suka Pria Indonesia

Ketika Anda berpikir tentang
, apa pendapatmu pertama? Aspek mana
penting, yang penting, dan mana yang bisa Anda ambil atau meninggalkan? Anda akan hakim.
JAKARTA, KOMPAS.com " Berpisah dengan Fauzi Baadilah tidak menutup kemungkinan bagi model asal Uzbekistan, Senk Lotta, untuk tetap mencari pria asal Indonesia sebagai calon pendamping hidupnya. Malu-malu, Senk akui bahwa kehangatan yang diberikan oleh budaya Indonesia-lah yang membuatnya betah untuk tetap mencari pria asal negara kepulauan ini.

"Jujur, saya enggak trauma sama sekali (dengan pernikahan sebelumnya). Tidak lantas ketika saya telah cerai langsung cari suami baru. Semuanya butuh waktu dan proses. Sekarang, saya kuliah dulu, kerja juga," kata Senk ketika ditemui di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan, Jumat (17/6/2011).

Lihat berapa banyak Anda dapat belajar tentang
ketika Anda mengambil sedikit waktu untuk membaca sebuah artikel baik diteliti? Jangan lewatkan pada sisa informasi yang besar ini.

Meski tetap memprioritaskan pekerjaan dan studi, Senk tetap tidak lupa bahwa dia membutuhkan sosok pendamping hidup. "Errr... Sepertinya itu sudah menyentuh permasalahan pribadi saya. Sudah privat, jadi enggak, deh," elak Senk ketika dimintai konfirmasi jawaban terhadap status hubungan terkininya.

Pacar mungkin? tanya wartawan lagi. "Sudah... saya sudah punya pacar di Indonesia," akhirnya Senk menjawab.

Dia kemudian menceritakan sosok pacarnya yang ternyata juga masih berkewarganegaraan Indonesia. "Habis, saya suka orang Indonesia. Mereka ramah-ramah dan hangat orangnya," lanjutnya sambil tersenyum simpul.

Siapakah pria itu? Meski menyembunyikan rapat-rapat identitas "teman spesialnya" tersebut, Senk sempat menutup perbincangan dengan menyebut bahwa pria yang telah menjalin hubungan dengannya selama 6-7 bulan itu "sosok bukan selebriti".

Semoga bagian di atas telah berkontribusi untuk pemahaman Anda tentang
. Berbagi pemahaman baru Anda tentang
dengan orang lain. Mereka akan berterima kasih untuk itu.

Tidak ada komentar: