Rabu, 06 Juli 2011

SBY Buka Rakorsus, Foke Belum Hadir

info mutakhir tentang
tidak selalu hal yang termudah untuk mencari. Untungnya, laporan ini mencakup
info terbaru yang tersedia.
JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, untuk pertama kalinya, menggelar rapat koordinasi khusus untuk membahas perkembangan implementasi Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) di Sekretariat Negara, Jakarta, Rabu (6/7/2011).

Selain Wakil Presiden Boediono, jajaran menteri di bidang ekonomi, jajaran Kamar Dagang Indonesia (Kadin), Komite Ekonomi Nasional (KEN), dan Komite Inovasi Indonesia (KIN), Presiden juga turut mengundang Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo.

Presiden mengatakan, Foke, demikian Fauzi Bowo disapa, mewakili para gubernur di seluruh Indonesia.Namun, hingga Presiden membuka rakorsus, Foke tampak belum hadir. Padahal, Foke dijadwalkan memberikan paparan terkait perkembangan pelaksanaan MP3EI di Jakarta.

Lihat berapa banyak Anda dapat belajar tentang
ketika Anda mengambil sedikit waktu untuk membaca sebuah artikel baik diteliti? Jangan lewatkan pada sisa informasi yang besar ini.

"Jika Gubernur masih belum datang, nanti langsung ke Komite Ekonomi Nasional dan Kadin," kata Presiden ketika membuka rakorsus.

Berdasarkan agenda Gubernur pada Rabu ini, pada pukul 14.00, Foke dijadwalkan menerima Ketua Dewan Eksekutif Institute for Development and Democracy Studies (Iddes) Prof Burhan Djabir Magenda di Balai Kota Jakarta, yang berjarak sekitar satu kilometer dari Istana Presiden.Presiden mengatakan sengaja mengundang Foke.

"Saya berharap Gubernur DKI Jakarta, mewakili gubernur lainnya. Saya tidak bisa terlalu sering mengundang para gubernur ke Jakarta karena gubernur saya minta untuk pimpin penuh daerahnya," kata Presiden.

Pada rakorsus tersebut, Kepala Negara juga meminta seluruh pelaku ekonomi memerhatikan dan memahami perkembangan perekonomian dunia. Perekonomian dunia, kata Presiden, memiliki kaitan erat dengan perekonomian nasional.

Mereka yang hanya mengenal satu atau dua fakta-fakta tentang
bisa bingung oleh informasi yang menyesatkan. Cara terbaik untuk membantu mereka yang disesatkan adalah dengan lembut benar mereka dengan kebenaran yang Anda pelajari di sini.

Tidak ada komentar: